Dalam pemesinan dan penyelesaian permukaan, pemilihan jenis amplas, ukuran grit, dan proses penggilingan yang tepat berdampak langsung pada kualitas benda kerja dan efisiensi produksi. Di bawah ini, tim editorial DMS memberikan rekomendasi pemilihan untuk empat bahan umum—kayu, logam, plastik, dan fiberglass—untuk membantu Anda lebih memahamiamplas yang menggunakan mesin.
|
Jenis Bahan |
Jenis Amplas yang Direkomendasikan |
CPenggilingan kasar/Deburring Grit |
Pasir Penggilingan Sedang / Halus |
Pasir Sangat Halus / Poles |
KCatatan Pengoperasian mereka |
| Kayu |
Amplas dengan alas kertas |
40 grit, 60 grit |
80, 100, 120, 150, 180, 220 pasir |
Tidak disarankan melebihi 400 grit (mengurangi daya rekat lapisan) |
Pasir dengan butirannya gunakan secara berurutan biasanya selesai pada 220 grit untuk kesiapan pengecatan |
| Logam |
Amplas dengan alas kain atau amplas basah/kering |
80 grit ke bawah (untuk menghilangkan gerinda dan terak las) |
80, 100, 120, 150 grit (penggilingan kasar) 180, 240, 320, 400 grit (penggilingan halus) |
800 grit ke atas (gunakan dengan kompon pemoles dan bantalan wol) |
Penggilingan basah direkomendasikan (dengan air atau pelumas) untuk pendinginan dan anti-penyumbatan; bahan abrasif keramik opsional untuk logam keras |
| Plastik |
Amplas halus dengan alas kertas atau tahan air |
220, 320 grit (pengamplasan awal garis perpisahan dan flash) |
400, 600, 800 grit (pengamplasan detail) |
1000, 1500, 2000 grit (pengamplasan basah untuk restorasi kilap tinggi) |
Kontrol tekanan dan kecepatan dengan ketat untuk menghindari panas berlebih/mencair pengamplasan basah sangat disarankan gunakan senyawa pemoles pada plastik bening |
| fiberglass |
Kain amplas dengan alas kain atau jaring |
150, 220 grit (hanya untuk perbaikan cacat parah, gunakan dengan sangat hati-hati) |
400, 600, 800, 1000 grit (penggilingan halus lapisan gel) |
1200, 1500, 2000 grit (persiapan sebelum dipoles) |
Jangan langsung menggunakan grit di bawah 400 selalu basahi pasir atau gunakan ekstraksi debu mengurangi tekanan pada tepinya |
Terlepas dari bahan yang diproses, ada beberapa aturan umum yang harus diikuti saat menggunakannyaamplas yang menggunakan mesin.
1. Giling secara berurutan; jangan lewatkan ukuran grit.
Melewatkan butiran pasir sedang akan meninggalkan goresan dari langkah sebelumnya, yang nantinya akan sulit dihilangkan dengan amplas yang lebih halus. Yang terbaik adalah membatasi peningkatan antara grit yang berdekatan hingga tidak lebih dari setengah tingkatan—misalnya, maju selangkah demi selangkah dari 120 grit ke 180 grit, lalu ke 240 grit.
2. Gantilah amplas bila sudah kusam.
Ketika efisiensi penggilingan turun secara signifikan atau permukaan mulai terlalu panas, hal ini menunjukkan bahwa amplas menjadi kusam atau tersumbat; terus menggunakannya hanya akan merusak benda kerja.
3. Pastikan konfigurasi amplas sesuai dengan peralatan.
Penggiling sudut, pengampelas pneumatik, dan pengampelas orbit acak masing-masing memiliki persyaratan berbeda untuk alas, ukuran lubang, dan bentuk amplas. Disarankan untuk berkonsultasi dengan manual peralatan sebelum memilih amplas yang sesuai.
4. Berikan tekanan sedang dan biarkan butiran abrasif yang memotong.
Tekanan yang berlebihan tidak hanya menyebabkan benda kerja menjadi terlalu panas namun juga mempercepat pelepasan butiran abrasif, yang mengakibatkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.
Singkatnya, memilih amplas penggunaan mesin yang tepat akan meningkatkan kualitas permukaan dan mengurangi biaya konsumsi. Prinsip-prinsip di atas berlaku untuk sebagian besar skenario pengamplasan standar. Untuk bahan khusus atau persyaratan proses, silakan hubungiDMSDukungan untuk mendapatkan solusi yang disesuaikan.